Pahae Julu: teknologi
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 November 2018

Pesawat Boeing 737 Max 8 Diduga Bermasalah pada Sistem Barunya

Selasa, November 27, 2018 0
Pesawat Boeing 737 Max 8 Diduga Bermasalah pada Sistem Barunya
ilustrasi
PAHAE JULU -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi belum mendengar informasi soal sistem baru pada Boeing 737 Max 8, jenis pesawat digunakan oleh Lion Air PQ-LQP dengan nomor penerbangan JT 610. Sistem baru inilah yang ditenggarai berkontribusi pada insiden jatuhnya di perairan Karawang, Jawa Barat pada 29 Oktober 2018 dan menewaskan 182 penumpang dan 7 kru.

"Saya belum dengar itu, nanti kami cari tahu," kata Budi saat ditemui selepas acara Road Safety for Women: Perempuan, Ayo Berkendara Aman di Kantor Gojek, Jakarta Selatan, Selasa, 27 November 2018.

Budi menyampaikan bahwa Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan klarifikasi dan mendalami insiden ini. Informasi itu yang akan dipelajar untuk nanti diambil langkah lebih lanjut, termasuk pengenaan sanksi.

Dugaan soal sistem baru ini dilansir dalam laporan Aviation Week, sebuah media khusus penerbangan di Amerika. Aviation Week menyebutkan bahwa sejumlah pilot diketahui menemukan masalah ketika melakukan uji terbang pesawat Boeing 737 Max 8. "Mereka menemukan masalah dimana pesawat sulit dikendalikan ketika kecepatannya menurun," tulis laporan tersebut, dikutip dari laman berita The Daily Beast, Senin, 26 November 2018.

Masalah yang ditemukan oleh pilot-pilot ini merupakan indikasi bahaya yang bisa memicu terjadinya aerodynamic stall, sebuah kondisi dimana pesawat melewati titik kritis dari Angle of Attack atau AOA. Sedangkan AOA merupakan sudut antara arah laju pesawat dan arah laju udara. Akibat terjadinya hal ini, maka pesawat tidak lagi memiliki kemampuan untuk terbang lebih tinggi atau melaju dengan kecepatan normal.

Sistem baru tersebut bernama MCAS atau Maneuvering Characteristics Augmentation System. Sistem ini sebenarnya bertujuan baik yaitu untuk mencegah pesawat dari kondisi aerodynamic stall tersebut. Masalahnya, sejumlah pilot tidak menyadari bahwa MCAS ini telah dipasang di Boeing 737. Bahkan, mereka mengaku tidak pernah mendapat instruksi bagaimana menggunakan sistem baru ini.

Pilot-pilot yang dimaksud adalah pilot yang telah memiliki jam terbang lebih dari 200 jam pada penerbangan lintas kontinental. Di dalamnya, termasuk pilot-pilot dari Lion Air. "Mereka juga tidak menyadari mengapa Boeing memutuskan untuk menambahkan sistem MCAS ini," tulis laporan tersebut.

Namun untuk diketahui, Budi telah meneken Instruksi Menteri Perhubungan Nomor 15 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Penerbangan sejak 5 November 2018. Melalui instruksi ini, Budi meminta Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana Banguningsih Pramesti, melakukan langkah-langkah yang perlu diambil untuk pengenaan sanksi. Ada tiga pihak yang akan dikenai sanksi yaitu PT. Lion Mentari Airlines (Lion Air), personil penerbangan yang terkait langsung, dan tak terkecuali perusahaan Boeing Airplanes selaku produsen pesawat udara tipe Boeing 737 Max 8.

Saat dikonfirmasi, Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro belum bersedia menyampaikan banyak tanggapan. Tanggapan resmi soal ini akan disampaikan segera oleh Lion Air. (sumber)

Rabu, 06 Juni 2018

Penambahan Kapasitas, #Geothermal #Sarulla Jadi Pembangkit Panas Bumi #Terbesar di #Dunia

Rabu, Juni 06, 2018 0
Penambahan Kapasitas, #Geothermal #Sarulla Jadi Pembangkit Panas Bumi #Terbesar di #Dunia
PAHAE JULU -- Inpex Corporation (Inpex) melalui Inpex Geothermal Sarulla Ltd resmi mengoperasikan secara komersial unit ketiga dari proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sarulla. Untuk unit satu dan unit dua dari proyek Sarulla telah beroperasi terlebih dahulu.

Dengan beroperasinya unit ketiga, proyek Sarulla menjadi proyek panas bumi terbesar di dunia saat ini. "Dengan  mulai beroperasinya unit ketiga, seluruh pembangkit listrik yang direncanakan di proyek ini telah beroperasi secara komersial," ujar Moch. N. Kurniawan, Sr. Specialist Media Relations Inpex yang merangkap juru bicara dalam keterangan tertulis, Rabu (9/5).

Tiga unit dalam proyek panas bumi Sarulla ini akan menghasilkan 330 megawatt (MW). Kapasitas tersebut setara dengan konsumsi 2,1 juta rumah tangga di Indonesia.

Asal tahu saja, proyek panas bumi Sarulla berlokasi di Sumatra Utara. Proyek ini dibangun oleh beberapa perusahaan yaitu Inpex, Itochu Corporation, Kyushu Electric Power Co., Inc. of Japan, PT Medco Power of Indonesia dan Ormat Technologies. (sumber)

Minggu, 15 April 2018

Mess Karyawan PT SOL Terbakar

Minggu, April 15, 2018 0
Mess Karyawan PT SOL Terbakar
PAHAE JULU ONLINE -- Rumah milik Rudi Hartono Sitompul (40), warga Desa Simataniari, Kecamatan Pahae Julu, Tapanuli Utara (Taput), yang ditempati karyawan PT Sarulla Operation limited (SOL) sebagai mess dan gudang, habis dilalap si jago merah. Kasubbag Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing menerangkan, kebakaran terjadi Rabu (11/4/2018), Pukul 07.30 WIB. Akibat dari peristiwa itu, 1 unit rumah habis dan rata dengan tanah.

"Dua sepeda motor hangus, 3 drum oli alat berat, spare part alat berat escapator, mesin genset, alat las, kompresor dan 1 unit mobil mitsubishi L200 double terbakar," terang Walpon Baringbing.

Walpon Baringbing mengungkapkan, keterangan saksi yang dihimpun pihak kepolisian di lapangan menerangkan, bahwa kejadian tersebut secara tiba-tiba. Salah satu saksi, yaitu pemilik rumah Rudi Sitompul menjelaskan, bahwa pada saat kejadian ia masih tidur di rumah, di mana rumah yang di tempatinya depan-depanan dengan rumah yang terbakar.

Saksi, sebut Walpon Baringbing, mendengar suara orang ribut-ribut, lalu ia terbangun. Setelah terbangun, ternyata sudah ada orang-orang yang berusaha memadamkan api.

Karena api cepat menjalar, ujar Walpon Baringbing, warga tidak mampu untuk memadamkan api. Setelah satu jam kemudian, mobil pemadam kebakaran datang dari Tarutung dan api dapat dipadamkan, namun rumah dan barang-barang habis terbakar.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian materil ditaksir sebesar Rp 500 juta rupiah. Saat ini team identifikasi Polres Taput masih melakukan olah TKP, untuk mengetahui penyebab kebakaran,"pungkas Walpon Baringbing. (sumber)

Senin, 12 Februari 2018

Dua Perusahaan Ini Bekerja Sama Bangun PLTMH di Pahae Julu

Senin, Februari 12, 2018 0
Dua Perusahaan Ini Bekerja Sama Bangun PLTMH di Pahae Julu
PT Barata Indonesia (Persero) bekerja sama dengan PT Berkah Alam Lestari Energi, anak perusahaan PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) , untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) Batang Toru 3 (2x5) MW yang berlokasi di Kecamatan Pahaejulu, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara.

Kontrak kerja sama itu ditandatangani oleh Direktur Operasi, Tony Budi Santosa, mewakili Dewan Direksi. Sedangkan dari pihak PT Berkah Alam Lestari Energi dilakukan oleh Iwan Sugiharjo selaku Direktur Utama PT Berkah Alam Lestari Energi, pada Senin (22/1/2018).

“Proyek pembangkit listrik memanfaatkan energi baru terbarukan merupakan salah satu fokus kita. Barata ingin menjadi yang terdepan dalam bidang energi baru dan terbarukan. Untuk itu kami terus mengembangkan kompetensi di bidang energi baru dan terbarukan karena ini adalah energi masa depan,” kata Direktur Utama Barata, Silmy Karim, Senin (22/1/2018).

Dia menjelaskan, nilai dari Proyek PLTMH Batang Toru 3 (2x5) MW tersebut sebesar Rp240 miliar dan dijadwalkan selesai dalam durasi waktu 21 bulan.

Silmy Karim mengatakan dalam pengerjaan proyek ini, Barata berkerja sama dengan perusahaan dari Austria yang merupakan yang terbaik dalam teknologi turbin pembangkit listrik tenaga air maupun mini hidro. Di samping itu, proyek ini juga akan mengoptimalkan pembiayaan dari dalam dan luar negeri.

Selain PLTM Batang Toru 3, Barata juga sedang bernegosiasi dengan Terregra untuk pembangunan PTLMH Sisira berkapasitas 2 X 4.9 MW yang berlokasi di Kecamatan Parlilitan, Sumatra Utara.

Dalam kurun waktu sepuluh tahun ke belakang, PLTM yang telah diselesaikan perusahaan asal Gresik tersebut antara lain proyek PLTM Walessi 500 kW, PLTM Kayu Aro 950 kW, PLTM Lodagung 2 X 650 kW serta Penstock untuk PLTM Parmonangan 2 X 4.5 MW.

“Kami berharap ke depan, Pemerintah dapat memberikan insentif pada pembangkit listrik tenaga baru dan terbarukan, baik itu dari sisi tarif maupun fasilitas pembiayaan dengan bunga rendah," ujar Silmy Karim. (sumber)

Senin, 05 Februari 2018

PLTP Sarulla Beroperasi Tahun Ini

Senin, Februari 05, 2018 0
PLTP Sarulla Beroperasi Tahun Ini
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan empat proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) beroperasi tahun ini.

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ida Nuryatin Finahari menyebutkan empat proyek tersebut, antara lain PLTP Sarulla Unit 3 berkapasitas 110 megawatt (MW), PLTP Karaha Unit 1 berkapasitas 30 MW, PLTP Sorik Marapi Modular sebesar 20 MW, dan PLTP Lumut Balai Unit 1 berkapasitas 55 MW.

“Penambahan kapasitas tahun ini ditargetkan sekitar 250 MW. Penambahan dari Sarulla Unit 3, Karaha, Sorik Marapi, dan Lumut Balai,” ujar Ida di Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (2/2/2018).

Dia menuturkan untuk proyek PLTP Sarulla Unit 3 rencananya dalam waktu dekat akan segera commercial operation date (COD) dan akan diresmikan oleh Presiden RI setelah lebaran tahun ini.

Sementara itu, proyek yang siap beroperasi paling dekat adalah PLTP Karaha Unit 1. Proyek ini rencananya akan segera COD pada 28 Februari 2018.

Ida mengatakan potensi panas bumi di Indonesia untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik masih sangat besar. Pemerintah pun menargetkan kapasitas terpasang dari PLTP dapat mencapai 7.200 MW pada 2025. Sedangkan untuk realisasi sampai dengan 2017, kapasitas terpasang baru mencapai 1.808,5 MW. (sumber)

Tapanuli Utara Punya Busaha Khas Batak Muslim

Senin, Februari 05, 2018 0
Tapanuli Utara Punya Busaha Khas Batak Muslim
Busana Batak-Muslim, mewarnai pawai pembukaan MTQ ke 38 di Tapanuli Utara (Taput).  Kegiatan dibuka oleh  Asisten Pemerintahan dan Kesra HP Marpaung mewakilii Bupati Tapanuli Utara tersebut berlangsung meriah.

Para peserta pawai diberangkatkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra didampingi Ketua DPRD Ottoniyer Simanjuntak dan Ketua MUI Taput, Samsul Pandiangan dari depan Gedung Kesenian menuju lokasi pelaksanaan MTQ di Mesjid Suhada Hutabaginda Tarutung.

Asisten Pemerintahan dan Kesra HP Marpaung, mengatakan, bahwa Pemkab Taput menyambut baik pelaksanaan MTQ ke-38 Tahun 2016 dalam mendukung visi misi mewujudkan Tapanuli Utara sebagai lumbung pangan, lumbung SDM yang berkualitas dan daerah wisata.

“Pemkab Taput telah melakukan beberapa terobosan, diantaranya Bandara Silangit, pembangunan jalan hotmix dan pembangunan lainnya. Namun selain itu perlu dilakukan pembangunan kepada masyarakat untuk menjadi manusia yang taat beragama,” ujarnya. (sumber)

Rabu, 15 November 2017

Banjir Ucapan Dukacita untuk Sartika Pasaribu Alumni Peanornor

Rabu, November 15, 2017 0
Banjir Ucapan Dukacita untuk Sartika Pasaribu Alumni Peanornor
Satu diantara korban tewas tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia dalam kecelakaan bus maut yang mengangkut karyawan Sony di Pulau Pinang, Malaysia Selasa (24/10/2017) pagi adalah Sartika Pasaribu.

Sartika Pasaribu merupakan mantan siswi di MAN Peanornor, Kecamatan Garoga Sibargot, Tapanuli Utara. Kesedihan mendalam pun merasuki para alumni tempat korban pernah menempuh pendidikan.

Hal ini terungkap dalam grup Facebook Man Peanornor, seorang pemilik akun menyatakan duka mendalam atas kepergian Sartika Pasaribu.

Dia pun kemudian mendoakan semoga almarhum Khusnul Khotimah.

"Kecelakaan bus pekerja td pagi di Penang Malaysia yg mengakibatkan korban Jiwa, salah satu dari mereka adalah Alumni Peanornor thn 2014, asal Garoga Sibargot. Sartika Serlyana Pasaribu. Smoga Khusnul Khotimah,, keluarga yg ditinggal tabah dan sabar," tulis pemilik akun ‎El Munir Aritonang.

Diketahui Sartika pergi meninggalkan kampung halamannya untuk mengejar impiannya menjadi TKW di negeri jiran masih sangat muda, usianya baru menginjak 19 tahun.

Wanita kelahiran Sibargot, 17 April 1997, ini diperkirakan mengadu nasib di Malaysia usai menuntaskan pendidikan MAN.

Malalui akun Facebooknya diketahui saat ini dia merupakan karyawan pabrik Sony EMCS Malaysia sdn bhd. (sumber)

Rabu, 17 Mei 2017

Dua Lembaga Islam di Taput Ini Tingkatkan Kerja Sama

Rabu, Mei 17, 2017 0
Dua Lembaga Islam di Taput Ini Tingkatkan Kerja Sama
Kegiatan Madrasah Aliyah Negeri Peanornor berkunjung ke MTsS Al-Falah Tarutung dalam rangka silaturrahmi kekeluargaan pada hari Rabu 19 April 2017, dalam kegiatan kunjungan ke MTsS Al-Falah beserta rombongan akan mensosialisasikan program unggulan MAN Peanornor dan sebagai bahan pertimbangan Peserta Didik untuk melanjutkan pendidikan Ke MAN Peanornor ini.

Kepala MTsS Al-Falah Tarutung Asnita Sari Tarigan mengatakan bahwa kedatangan kepala MAN Peanornor beserta rombongan akan meningkatkan kerja sama antara lembaga pendidikan dilingkungan Madrasah di Tapanuli Untara ini dan saya akan mengarahkan siswa saya supaya melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah karena Madrasah Aliyah lah yang sejalan pendidikannya. Katanya

Guru MAN Peanornor Aspan Maruli Siregar Menyampaikan isi dari gambaran MAN Peanornor didepan siswa bahwa pendidikan di MAN ini bukan sekedar mengaji dan masalah Shalat. Akan tetapi disini diajari masalah Kimia, Biologi, serta bertautan dengan Fisika.

"Alumni MAN Peanornor sudah banyak yang sukses dan sudah tidak diragukan lagi kualitasnya sebagai contoh bahwa MAN peanornor ini tidak diragukan lagi," katanya.

Kepala MAN Peanornor Syamsul Simanjuntak mengatakan bahwa kita adalah keluarga, jangan lah kita menjengkali madrasah ini karena sudah banyak bukti bahwa alumni Madrasah banyak yang sukses.

"Saya harapkan bahwa siswa kita ini seharusnya melanjutkan pendidikan ke MAN Peanornor karena sudah memiliki pondasi bekal Ilmu Agama yang memadai," ungkapnya. (sumber)